
2 Februari 2026
BANJARNEGARA – Transformasi digital di sektor pendidikan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan efisien. Selaras dengan visi itu, PT Cazh Teknologi Inovasi (CAZH) bekerja sama dengan Bank BJB melalui produknya CARDS - Sistem Manajemen Informasi Untuk Madrasah. Mereka mengadakan sosialisasi tentang transformasi sistem digital. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjarnegara. Acara ini diadakan pada hari Jum'at, 30 Januari 2026.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diadakan di Aula Kemenag Banjarnegara. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara, Bapak Dr. H. Sukarno, M.M.. Juga hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Bapak H. Muh. Subhan, S.Ag., M.Pd. Sebanyak 60 perwakilan sekolah dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) turut hadir untuk mempelajari solusi integrasi teknologi dalam ekosistem pendidikan.
Dalam sambutannya, Kasi Pendidikan Madrasah, H. Moh Subhan, memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Beliau menegaskan bahwa langkah digitalisasi ini merupakan implementasi nyata dari Asta Protas Kemenag No. 8 yang berfokus pada "Digitalisasi Tata Kelola".
"Transformasi layanan keagamaan dan pendidikan harus berbasis digital agar lebih murah, mudah, efisien, dan transparan," ujar H. Moh Subhan.
Kehadiran CAZH sebagai startup pengembang solusi sistem manajemen lembaga pendidikan diharapkan bisa menjadi mitra strategis madrasah di Banjarnegara. Ini akan membantu dalam mempercepat digitalisasi.
Berdasarkan pengalaman saya selama 10 tahun di industri EduTech, banyak lembaga pendidikan—khususnya madrasah swasta—yang masih menghadapi kendala klasik. CAZH mengidentifikasi tiga permasalahan utama yang sering terjadi:
Melalui sosialisasi ini, CAZH memaparkan ekosistem Cards by CAZH yang menawarkan solusi menyeluruh untuk seluruh stakeholder sekolah:
Bukan sekadar tanda pengenal, kartu ini berfungsi sebagai alat presensi harian dan alat pembayaran non-tunai (cashless) di kantin atau koperasi sekolah. Kartu ini dapat berupa PVC Card dengan QR Code maupun kartu RFID.
Pimpinan dan admin lembaga dapat mengelola PPDB Online, tagihan SPP, inventaris, hingga rapor digital dalam satu platform berbasis web yang dapat diakses dari perangkat mana saja.
Orang tua sekarang bisa lebih tenang. Mereka dapat memantau uang saku anak. Mereka juga bisa mengatur batas harian. Jika kartu hilang, orang tua bisa memblokirnya. Selain itu, mereka bisa membayar tagihan sekolah dengan berbagai cara online.
Unit usaha madrasah seperti koperasi dan kantin dapat dikelola secara profesional. Transaksi cashless terekap otomatis, memudahkan pelaporan laba rugi harian tanpa perlu pencatatan manual yang rentan kesalahan.
Kolaborasi antara PT Cazh Teknologi Inovasi dengan Bank BJB tidak hanya berhenti pada sistem pembayaran digital. Dalam sosialisasi di Aula Kemenag Banjarnegara tersebut, diperkenalkan pula program BJB Simpel (Simpanan Pelajar).
Program ini dirancang khusus untuk memberikan nilai tambah bagi madrasah yang mengimplementasikan sistem digitalisasi. Setiap madrasah yang mengadopsi platform CAZH akan sekaligus dibukakan rekening BJB Simpel bagi para siswanya. Langkah ini merupakan bentuk edukasi finansial yang konkret, di mana siswa diajak untuk mengenal dunia perbankan dan pentingnya menabung sejak dini.
Dengan adanya BJB Simpel, ekosistem digital di madrasah menjadi semakin lengkap. Siswa tidak hanya belajar menggunakan teknologi untuk transaksi sehari-hari. Mereka juga memiliki alat tabungan resmi yang terintegrasi. Ini menciptakan generasi yang lebih melek finansial. Generasi ini siap menghadapi era ekonomi digital.

Sebagai perusahaan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang terdaftar resmi di KOMDIGI RI sejak 2021, CAZH menjamin keamanan data dan transaksi dalam setiap layanannya. Antusiasme peserta sosialisasi terlihat sangat tinggi, mengingat banyak sekolah yang menyadari bahwa penggunaan sistem manual sudah saatnya ditinggalkan demi meningkatkan daya saing sekolah.
Bagi sekolah di Kemenag Banjarnegara yang ingin melanjutkan sosialisasi ini, proses CAZH dirancang dengan sistematis. Proses ini dimulai dari persiapan data, penandatanganan PKS, hingga pelatihan intensif untuk admin dan guru.
Mengubah Biaya Manajemen Keuangan Pesantren Menjadi Aset yang Menghasilkan Profit
19 Februari 2026
Jasa Pembuatan Aplikasi PPDB Online Bogor Terbaik
16 Desember 2025
Cara Memilih Sistem Manajemen Pesantren yang Tepat: Panduan Lengkap untuk Yayasan & Pengasuh
13 Desember 2025
Kisah Operator MA Mada Nusantara Jepara Temukan Efisiensi Lewat Digitalisasi Keuangan
18 Februari 2026
Pesantren Mumtaza: Transformasi Digital Pembayaran Santri dengan Sistem Pembayaran Tagihan Cazh Cards
10 Maret 2026